Senja telah membawamu berlalu dari pandangan mataku. "Jaga dirimu baik-baik. Gapai impianmu !"
Ucapku seraya menyeka air mata haru. Lambaian tanganmu dan wajah layumu melemahkanku. Malam pun datang menyongsong rindu yang begitu hebatnya. Aku hanya mampu terdiam menerima kenyataan bahwa jarak memang telah memisahka kita. Anak panah jam yang melingkar di pergelanganku menunjuk pukul dua. Namun aku masih terjaga. Mengenang segala tentang kita. Termasuk kepergianmu baru saja.