Senja telah membawamu berlalu dari pandangan mataku. "Jaga dirimu baik-baik. Gapai impianmu !"
Ucapku seraya menyeka air mata haru. Lambaian tanganmu dan wajah layumu melemahkanku. Malam pun datang menyongsong rindu yang begitu hebatnya. Aku hanya mampu terdiam menerima kenyataan bahwa jarak memang telah memisahka kita. Anak panah jam yang melingkar di pergelanganku menunjuk pukul dua. Namun aku masih terjaga. Mengenang segala tentang kita. Termasuk kepergianmu baru saja.
Tuesday, March 18, 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Kala itu, pertemuan tidak sengaja memicu dada semakin sesak saja. Bagaimana tidak, genggaman tanganmu seolah menasbihkan bahwa Ia adalah mi...
-
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Teruntuk: Satu teman paling bermakna diantara yang bermakna. Aku jauh Kamu jauh Kita semakin jauh Melalui doa kita saling merengkuh Ka...