Thursday, November 16, 2017

Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu.
Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu.
Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu.
Tanyakan pada dirimu sendiri mengapa dulu kau tancapkan harapan sedalam itu.
Kau harus segera menjenguk perasaan dan nuraniku.
Hingga detik ini Ia masih mencintaimu.
Jangan tanya apakah cintanya sebesar kekasihmu.
Tanyakan pada dirimu sendiri apakah kau sungguh mencintai kekasih pemalumu itu??

Saturday, July 15, 2017

EKSPEKTASI

Tak seharusnya berprasangka lebih akan kebaikan seseorang, sebab Ia melakukan kebaikan memang selayaknya manusia yang berperilaku baik terhadap sesamanya. Tak seharusnya pula berprasangka lebih terhadap tatapan mata yang terasa berbeda, sebab matanya masih berfungsi dengan baik untuk menatap siapa-siapa saja yang ingin Ia tatap. Berhenti memaknai “sehati” apalagi terlalu dalam. Patah hati tak selalu karena orang lain, terkadang karena prasangka diri sendiri yang tak sejalan dengan kenyataan.

Menulis menjadi salah satu cara terbaik membisikkan kebenaran dari hati. Yang sesungguhnya sulit  dimengerti apakah memang sebuah kebenaran, sebatas rasa penasaran, atau justru keresahan. Terkadang ada tanya yang ingin segera terjawab-tanpa mengungkap. Tak jarang membiarkan semuanya menguap tanpa terjawab, parahnya membuat ekspektasi dan kesimpulan sendiri yang semakin menyiksa diri.

Mengapa bara asa masih terus menjilat dasar sukma? Karena ekspektasi dan keinginan memiliki yang menyebabkannya sulit padam. Menghanguskan diri perlahan demi perlahan. 

Wednesday, April 26, 2017

Masih Membayang

Pernah terbayang, aku dan kamu menjadi utuh.
Aku yang siap terjaga berteman cemas juga bangga menanti kepulanganmu selepas kerja.
Kamu yang setiap pagi setia menanti kopi seduhanku seraya mendengar ulasanku tentang buku yang semalam ku baca.
Kita yang bahagia menjalani hari-hari dengan sederhana namun syarat akan makna.

Monday, February 6, 2017

Mengapa Aku Sayangi Kau Lebih dari Siapapun?


Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh, jauh di kemudian hari.
Membaca kutipan Eyang Pramoedya Ananta Toer ini aku jadi teringat seseorang. Ya, menyayangi dia dan menginginkan lebih dari orang lain karena Ia menulis. Sesederhana itu. Tapi perasaan ini tak pernah sederhana. Sayangnya kini aku sudah tidak lagi tahu apa dia masih menulis keresahannya atau tidak. Yang aku tahu 3 hari yang lalu dia menulis sebaris ucapan ulang tahun untukku. 
Payahnya, sejak patahku beberapa waktu yang lalu aku masih sering menulis untuk nama yang sama. Untuk dia. Aku belum berhenti. Aku tak peduli terbaca atau tidak. Sebab aku percaya kata Yovan Lovendo bahwa meski tak dihargai, sebuah tulisan takkan pernah kehilangan harga diri.

Thursday, February 2, 2017

XXI

Tidak lapar akan sepotong roti, sepasang lilin, juga sebungkus kado.
Tidak bernafsu akan pesta.
Tidak haus akan kejutan.

Hening adalah caraku bersyukur.

Hening adalah caraku mengingat.
Hening adalah caraku merayakan.

XXI


Friday, January 13, 2017

Tahu Diri

Kala itu, pertemuan tidak sengaja memicu dada semakin sesak saja.
Bagaimana tidak, genggaman tanganmu seolah menasbihkan bahwa Ia adalah milikmu. Kamu hanya ingin berbahagia bersamanya. Itu saja.
Tapi tak apa. Akupun bisa sedikit berbahagia menyadari kamu semakin terlihat mendewasa.
Sejak kepergian tanpa pamit dulu, aku jadi kehilangan waktu untuk sekadar memahami perkembangan hidupmu. Bukan aku tak mau, hanya kenyataan memaksa begitu.
Wajar, pikirku. Karena seseorang berhak mencari yang terbaik. Dan Ia yang selama ini kamu cari sudah dalam genggaman.
Berbahagialah dengan pilihanmu teman.
Bagiku pencapaian tertinggi ketika mencintaimu ialah tahu diri kemudian pergi.

Klaten, 13-01-2017

Thursday, January 12, 2017

Teman Pemicu Debar

Teruntuk: Satu teman paling bermakna diantara yang bermakna.

Aku jauh

Kamu jauh
Kita semakin jauh
Melalui doa kita saling merengkuh
Kamu masih jadi yang paling bermakna dalam ingatan
Meski kita tidak lebih dari sekadar teman
Tuntutan hidup lebih mapan
Memaksa kita lebih keras meretas impian
Jangan lupa bertukar kabar
Jaga nyala pertemanan terus berkobar
Hai teman pemicu debar, apa kabar?



Klaten, 12-01-17

Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...