Friday, January 13, 2017

Tahu Diri

Kala itu, pertemuan tidak sengaja memicu dada semakin sesak saja.
Bagaimana tidak, genggaman tanganmu seolah menasbihkan bahwa Ia adalah milikmu. Kamu hanya ingin berbahagia bersamanya. Itu saja.
Tapi tak apa. Akupun bisa sedikit berbahagia menyadari kamu semakin terlihat mendewasa.
Sejak kepergian tanpa pamit dulu, aku jadi kehilangan waktu untuk sekadar memahami perkembangan hidupmu. Bukan aku tak mau, hanya kenyataan memaksa begitu.
Wajar, pikirku. Karena seseorang berhak mencari yang terbaik. Dan Ia yang selama ini kamu cari sudah dalam genggaman.
Berbahagialah dengan pilihanmu teman.
Bagiku pencapaian tertinggi ketika mencintaimu ialah tahu diri kemudian pergi.

Klaten, 13-01-2017

Thursday, January 12, 2017

Teman Pemicu Debar

Teruntuk: Satu teman paling bermakna diantara yang bermakna.

Aku jauh

Kamu jauh
Kita semakin jauh
Melalui doa kita saling merengkuh
Kamu masih jadi yang paling bermakna dalam ingatan
Meski kita tidak lebih dari sekadar teman
Tuntutan hidup lebih mapan
Memaksa kita lebih keras meretas impian
Jangan lupa bertukar kabar
Jaga nyala pertemanan terus berkobar
Hai teman pemicu debar, apa kabar?



Klaten, 12-01-17

Monday, January 9, 2017

Tergantung Cuaca

Jika pujangga selalu memuji kopi tanpa tendensi
Apa kabar teh yang sejenak saja lupa kau toleh
Jika hujan membuat rindu semakin belingsatan
Apa kabar terik yang sejenak saja enggan kau lirik

Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...