Senja telah berlalu, gulita pun menggantikannya. Rindu tetaplah rindu. Hanya pertemuan yang menyembuhkannya.
Dalam gulita, hatiku mencari penghuninya. Dengan lirih, kubisikkan pada hatiku sendiri "Tak usah kau cari, ia sedang berkelana menggapai mimpi."
Wahai hati, ini sudah menjelang pagi. Istirahatlah. Jangan biarkan kau lelah. Bukankah esok kau masih menantinya pulang ke rumah?
Thursday, May 8, 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Kala itu, pertemuan tidak sengaja memicu dada semakin sesak saja. Bagaimana tidak, genggaman tanganmu seolah menasbihkan bahwa Ia adalah mi...
-
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Teruntuk: Satu teman paling bermakna diantara yang bermakna. Aku jauh Kamu jauh Kita semakin jauh Melalui doa kita saling merengkuh Ka...