Thursday, May 8, 2014

Hati Mencari Penghuni

Senja telah berlalu, gulita pun menggantikannya. Rindu tetaplah rindu. Hanya pertemuan yang menyembuhkannya.
Dalam gulita, hatiku mencari penghuninya. Dengan lirih, kubisikkan pada hatiku sendiri "Tak usah kau cari, ia sedang berkelana menggapai mimpi."
Wahai hati, ini sudah menjelang pagi. Istirahatlah. Jangan biarkan kau lelah. Bukankah esok kau masih menantinya pulang ke rumah?

No comments:

Post a Comment

Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...