Pernah terbayang, aku dan kamu menjadi utuh.
Aku yang siap terjaga berteman cemas juga bangga menanti kepulanganmu selepas kerja.
Kamu yang setiap pagi setia menanti kopi seduhanku seraya mendengar ulasanku tentang buku yang semalam ku baca.
Kita yang bahagia menjalani hari-hari dengan sederhana namun syarat akan makna.
Wednesday, April 26, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Kala itu, pertemuan tidak sengaja memicu dada semakin sesak saja. Bagaimana tidak, genggaman tanganmu seolah menasbihkan bahwa Ia adalah mi...
-
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Teruntuk: Satu teman paling bermakna diantara yang bermakna. Aku jauh Kamu jauh Kita semakin jauh Melalui doa kita saling merengkuh Ka...
Bayangan-bayangan itu sering sembrono melintas di benak kita, ya. Entah apakah pernah lewat di benak dia juga. :D
ReplyDeleteAnyway, apakah 'syarat' pada kalimat terakhir itu maksudnya 'sarat' (penuh)? :)
Sebelumnya terima kasih sudah berkenan membaca dan salam kenal.
DeleteSetuju Mbak, terkadang bayang-bayang itu main melintas aja seenaknya.
Betul, yg saya maksud adalah 'penuh'.