Wednesday, April 26, 2017

Masih Membayang

Pernah terbayang, aku dan kamu menjadi utuh.
Aku yang siap terjaga berteman cemas juga bangga menanti kepulanganmu selepas kerja.
Kamu yang setiap pagi setia menanti kopi seduhanku seraya mendengar ulasanku tentang buku yang semalam ku baca.
Kita yang bahagia menjalani hari-hari dengan sederhana namun syarat akan makna.

2 comments:

  1. Bayangan-bayangan itu sering sembrono melintas di benak kita, ya. Entah apakah pernah lewat di benak dia juga. :D

    Anyway, apakah 'syarat' pada kalimat terakhir itu maksudnya 'sarat' (penuh)? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya terima kasih sudah berkenan membaca dan salam kenal.
      Setuju Mbak, terkadang bayang-bayang itu main melintas aja seenaknya.

      Betul, yg saya maksud adalah 'penuh'.

      Delete

Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...