Pernah terbayang, aku dan kamu menjadi utuh.
Aku yang siap terjaga berteman cemas juga bangga menanti kepulanganmu selepas kerja.
Kamu yang setiap pagi setia menanti kopi seduhanku seraya mendengar ulasanku tentang buku yang semalam ku baca.
Kita yang bahagia menjalani hari-hari dengan sederhana namun syarat akan makna.
Bayangan-bayangan itu sering sembrono melintas di benak kita, ya. Entah apakah pernah lewat di benak dia juga. :D
ReplyDeleteAnyway, apakah 'syarat' pada kalimat terakhir itu maksudnya 'sarat' (penuh)? :)
Sebelumnya terima kasih sudah berkenan membaca dan salam kenal.
DeleteSetuju Mbak, terkadang bayang-bayang itu main melintas aja seenaknya.
Betul, yg saya maksud adalah 'penuh'.