Monday, September 14, 2015
Perindu
Aku adalah perindu yang tertatih berjalan seorang diri di jalan yang bernama rindu. Bayangkan betapa sepi dan menyakitkan. Pontang-panting menyusuri jalan tanpa tau akan berakhir dimana. Terkadang ada keinginan untuk berhenti, berputar arah, lalu kembali ke titik semula. Namun hanya sebatas keinginan. Sebab aku masih sanggup berjuang di jalan ini meski sendirian.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Kala itu, pertemuan tidak sengaja memicu dada semakin sesak saja. Bagaimana tidak, genggaman tanganmu seolah menasbihkan bahwa Ia adalah mi...
-
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Teruntuk: Satu teman paling bermakna diantara yang bermakna. Aku jauh Kamu jauh Kita semakin jauh Melalui doa kita saling merengkuh Ka...
No comments:
Post a Comment