Matahari 2 Februari menyapaku pagi ini. Membangunkanku dari mimpi-mimpi yang tak pasti. Ada yang berbeda dengan kedatangannya. Cahyanya tak seterang 1 Februari. Ku tanggalkan selimut yang melilitku dan ku buka mataku lebih lebar. Jendela 2 Februari telah basah tertampar tetesan hujan. Mungkin 2 Februari ini sepantasnya basah, sebasah pipiku yang terjatuhi air mata kerinduan. Sepertinya langit 2 Februari dan hatiku sedang senada, seirama. Mendung, berair dan basah. Itu karena aku menunggu seseorang untuk hadir di hariku. Ya, 3 Februari adalah hariku.
Sudikah dia mendatangiku esok hari ? Ah... aku terlalu buru-buru menanyakan itu. Aku tarik kembali pertanyaanku lalu ku ganti, ingatkah dia akan 3 Februari ?
Entahlah.....
</3
No comments:
Post a Comment