Sunday, February 2, 2014

2 Februari adalah Menunggu

Tak ada 1 huruf pun darimu yaang hadir di ponselku. Tak ada 1 kata pun yang terucap dari mulutmu. Tidakkah kau sadar, diammu adalah khawatirku. Tidakkah kau sadar, pedulimu adalah harapku. Meski aku sudah biasa dengan kondisi seperti ini, namun dibalik "sudah biasa" tentu aku merasakan hal yang tak biasa. Dimana kamu sekarang ? Apa yang sedang kamu lakukan ? Siapa sosok yang berada bersamamu sekarang ?

Inginku lalui hari esok bersamamu. Hanya aku dan kamu. Ya, KITA. Berada di waktu dan tempat yang sama. Sekadar menikmati udara 3 Februari. Nyata, diam dan tenang. Tatap mata kita saling terpaut, sehingga tak ada alasan untuk saling meninggalkan. Lirih bisikku sampai di gendangmu, "Aku sangat merindukanmu. Ku mohon jangan lagi pergi jauh dariku."


Ku harap hari ini kau segera memastikan bahwa kau akan datang membawa secerca bahagia. Atau bahkan tak akan datang, sehingga melengkapi deritaku.

AKU MENUNGGUMU!

2 comments:

  1. Bila....... saja kutahu.......bahwa kesetiaanmu begitu dalam padaku......takkan aku mencari ganti.... :D
    Kandas...evietamala

    ReplyDelete

Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...