Rindu hadir tanpa suara.
Ia hanya terasa dalam jiwa.
Jiwa yang sepenuhnya masih bernyawa.
Terkadang rindu bertanya, "Apakah kehadiranku sia-sia?"
Sang jiwa hanya tertegun akan tanya.
Kerinduan menguatkan jiwa, "Percayalah wahai jiwa, dia akan datang pada waktunya. Dengan membawa segenggam bahaia atau bahkan luka. Bersiaplah untuk keduanya."
#PW_010714
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Kala itu, pertemuan tidak sengaja memicu dada semakin sesak saja. Bagaimana tidak, genggaman tanganmu seolah menasbihkan bahwa Ia adalah mi...
-
Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...
-
Teruntuk: Satu teman paling bermakna diantara yang bermakna. Aku jauh Kamu jauh Kita semakin jauh Melalui doa kita saling merengkuh Ka...
No comments:
Post a Comment