Sunday, June 19, 2016

Diam Ialah Siksa

   

Ada yang seharusnya diberikan namun masih tersimpan. Ada yang seharusnya dinyanyikan namun masih tergumam. Ada yang seharusnya disampaikan namun masih terbungkam.

             Menulis adalah cara untuk membisikkan kebenaran dari hati. Yang sesungguhnya benar-benat mampu dimengerti apakah memang sebuah kebenaran, sebatas rasa penasaran, atau justru keresahan. Terkadang ada tanya yang ingin segera terjawab-tanpa mengungkap. Tak jarang membiarkan semuanya menguap tanpa terjawab, parahnya membuat ekspektasi dan kesimpulan sendiri yang semakin menyiksa diri.  

               Sebagian rasa tenggelam dalam tanda tanya diri sendiri. Selebihnya dibungkam oleh kenyataan. Begitulah kiranya kepedihan berjalan. 

     

        Jogja, 20 Juni 2016


                

1 comment:

  1. diam bukan berarti tak mengerti tapi tetap saja bisa dilampiaskan lewat aksara

    ReplyDelete

Kau harus segera temui kepalaku yang sekeras batu. Hingga detik ini Ia masih bertahan menunggumu. Jangan tanya mengapa Ia sekeras itu. ...