Judul Buku : Seribu Kerinduan
No.ISBN : 978-602-7572-19-5
Penulis : Herlina P. Dewi
Editor : Paul Agus Hariyanto
Penerbit : Stiletto Book
Tempat dan tahun terbit : Jogjakarta, Oktober 2013
Cetakan : Pertama
Jumlah Halaman : 249 halaman
Harga : Rp. 43.000
“Dari awal aku udah bilang ... kita harus ketemu orang
tua kamu. Tapi kamu selalu punya alasan untuk mengulur waktu. And see? Time really flies, kita udah
sejauh ini sekarang. Sayang banget kalau empat tahun kebersamaan kita akan
berakhir karena masalah seperti ini. It’s
so ridiculous, Sayang.”
“Ren,
aku yakin kamu kecewa denganku. Tapi aku udah berusaha, aku udah mati-matian
meyakinkan mereka kalau kamu pilihan paling tepat untukku. Mereka tetap nggak
setuju, and the reason’s just so weird ... dan sekarang ... sekarang ... mereka
mau menjodohkanku.”
Seolah
menjadi kiamat untuk Renata dan Panji, empat tahun membina kasih harus berakhir
karena orang tua Panji tidak setuju dengan alasan Renata berbeda kalangan dengan Panji . Dan yang lebih menyakitkan lagi, Panji
dijodohkan oleh orang tuanya dengan gadis yang sederajat bernama Ayu. Panji tak punya kuasa untuk menolak perjodohan itu, dia hanya bisa pasrah dengan keadaan. Meski begitu, hatinya tetap pada Renata, seutuhnya.
Hidup Renata
benar-benar hancur. Lelaki yang teramat dicintai kini telah menjadi milik
wanita lain. Karirnya sebagai fashion editor
pun harus terlepaskan karena kegalauannya memikirkan Panji. Ya, dia tak bisa
hidup tanpa Panji. Untuk itu, dia pun telah memutuskan menjadi seorang
pelacur, karir baru persinggahannya.
Saya dan novel pertama racikan Herlina P. Dewi ini adalah cinta pandangan pertama dan pandangan-pandangan selanjutnya :) . Judul
dan covernya benar-benar membuat saya
betah berlama-lama dengan buku ini. Saya termasuk orang yang menganut “Judge book by the cover” , karena orang
yang cinta seni rupa. Ketika judul dengan cover
sinkron dan keren berdasarkan selera saya, langsung deh jatuh cinta.
Herlina
P. Dewi berhasil
menghadirkan tokoh-tokoh
tersebut dengan karakter yang sangat kuat. Jalan ceritanya pun sistematis dan dinamis. Gaya bahasanya yang ringan dan lugas
membuat kita mudah memahami dan mengikuti alur ceritanya dengan baik. Kata-kata
cinta terpapar
dengan sangat indah, begitu pula kata-kata yang berhasil menyesakan
dada saat membacanya. Sisi humor
juga melengkapi segala keseriusan kisah ini.
Seperti
halnya novel-novel lainnya, Seribu Kerinduan juga diracik dengan kisah cinta yang hangat, manis, perih dan luka akan cinta
dihadirkan dalam novel ini sebagai bumbu pelengkapnya.
Ternyata
banyak sekali kejutan-kejutan yang dihadirkan. Hampir tak tertebak bagaimana kisah-kisah selanjutnya.
Membuat saya tidak ingin melepas buku ini sebelum akhirnya menemukan ending yang sesungguhnya.
Sejujurnya,
setelah membaca novel ini, saya
mendapatkan
suatu makna
tentang cinta, dimana bukan hanya rasa rindu, rasa benci, dan rasa birahi
belaka yang ada didalamnya, namun cinta sesungguhnya adalah mengajarkan kita rasa kemanusiaan untuk lebih bisa
memahami, daripada dipahami, lebih bisa menerima daripada menolak, sehingga
cinta tak akan membelenggu kita
dalam rasa selalu ingin memiliki dan takut akan kehilangan.
:)
No Pict = HOAX
Jadi, ini adalah bukti saya dengan Seribu
Kerinduan yang saya
rasakan :)
"Untuk berapa lama
hati dan pikiran ini akan terus terobsesi pada Panji?"
"Ah, lebih baik
kurawat saja luka-luka ini. Seperti yang kulakukan di masa-masa lampau, ketika
orang-orang yang kucintai pergi melupakanku."
"I can't forget you
when you're gone, You're like a song that goes around in my head."
Resensinya singkat, tapi ngena banget.. bikin penasaran sama bukunya^^
ReplyDeleteOh iya kak, tlng komentarnya jg dong kak, sy jg lagi belajar bikin resensi..
Terimakasih sebelumnya kak, salam kenal^^
http://1coretanhidup.blogspot.com/2013/12/resensi-cineus-meraih-mimpi-sulitkah.html
Terimakasih yaa :) silahkan beli bukunya, keren lho :)
DeleteSalam kenal jg..